Akhirnya Cair! Cek Saldo KJP Plus Tahap II Februari 2026, Nominalnya Bikin Senyum

Kabar gembira yang dinanti-nantikan oleh ratusan ribu orang tua siswa di DKI Jakarta akhirnya tiba. Hari ini, Minggu, 8 Februari 2026, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta melalui UPT Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) secara resmi mulai mencairkan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap II Tahun 2026 untuk periode bulan Februari.

Pencairan ini dilakukan secara bertahap ke rekening Bank DKI penerima manfaat. Nominal yang diterima siswa bervariasi jenjangnya, mulai dari Rp250.000 untuk siswa SD hingga Rp450.000 untuk siswa SMK, ditambah bantuan SPP bagi siswa sekolah swasta. P4OP menghimbau agar para wali murid segera mengecek saldo melalui aplikasi JakOne Mobile malam ini, karena notifikasi dana masuk sudah mulai bermunculan sejak sore tadi.

Momen pencairan di awal bulan Februari 2026 ini menjadi angin segar di tengah kebutuhan operasional sekolah yang terus berjalan di semester genap. Bagi warga Jakarta, KJP Plus bukan sekadar program bantuan sosial biasa, melainkan tulang punggung akses pendidikan yang setara dan berkualitas. Program yang didanai penuh oleh APBD DKI Jakarta ini telah berevolusi menjadi instrumen perlindungan sosial yang vital, memastikan tidak ada anak Jakarta yang putus sekolah hanya karena kendala biaya seragam, buku, atau transportasi.

Tahun 2026 membawa semangat baru dalam tata kelola KJP Plus. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperketat validasi data melalui sinkronisasi DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dan data Dapodik secara real-time. Hal ini dilakukan agar bantuan yang disalurkan benar-benar “Zero Error” dan tepat sasaran. Meskipun pengetatan ini sempat membuat sebagian orang tua was-was, namun pencairan hari ini membuktikan bahwa bagi mereka yang memenuhi syarat, hak mereka tetap terjamin aman.

Artikel ini akan mengupas tuntas segala hal mengenai pencairan KJP Plus Februari 2026. Mulai dari rincian nominal yang “bikin senyum”, cara cek saldo anti-ribet, hingga solusi jika dana Anda belum masuk. Simak panduan lengkapnya agar pemanfaatan dana pendidikan ini maksimal dan sesuai aturan.

Siapa Saja Penerima KJP Plus Tahap II?

Penerima KJP Plus Tahap II Tahun 2026 bukanlah pendaftar baru, melainkan mereka yang telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur pada akhir tahun 2025 lalu. Tahap II ini merupakan kelanjutan penyaluran semester genap tahun ajaran 2025/2026.

Baca Juga:  Cek Bansos Kemensos Go Id: Cek Sekarang! Bansos Sembako Cair Bulan Ini

Secara spesifik, penerima dana yang cair hari ini harus memenuhi kriteria ketat sebagai berikut:

  1. Warga DKI Jakarta: Siswa wajib memiliki NIK dan berdomisili di DKI Jakarta, dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) orang tua.
  2. Terdaftar di Sekolah: Siswa harus aktif dan terdaftar di salah satu satuan pendidikan di wilayah DKI Jakarta, baik negeri maupun swasta (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, atau PKBM).
  3. Masuk dalam DTKS: Nama siswa atau kepala keluarga harus tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) daerah atau pusat. Ini adalah filter utama untuk memastikan penerima berasal dari keluarga tidak mampu.
  4. Tidak Melanggar Larangan: Siswa penerima tidak boleh terlibat tawuran, merokok, membolos, atau tindakan kriminal lainnya yang dapat membatalkan kepesertaan.

UPT P4OP menegaskan bahwa penerima Tahap II ini adalah siswa existing. Bagi siswa yang baru mendaftar di awal tahun 2026, mereka akan masuk dalam pendataan Tahap I Tahun 2026 yang pencairannya diproyeksikan baru dimulai pada Mei atau Juni mendatang.

Jadwal Pencairan Dana KJP Plus Februari 2026

Kapan sebenarnya dana masuk ke rekening? Pertanyaan ini selalu membanjiri kolom komentar media sosial Disdik DKI.

Berdasarkan pola pencairan dan konfirmasi lapangan per hari ini, Minggu, 8 Februari 2026, dana mulai didistribusikan pada sore hingga malam hari. Namun, perlu dipahami bahwa sistem transfer Bank DKI melayani ratusan ribu rekening, sehingga prosesnya tidak instan serentak dalam satu detik.

Estimasi Lini Masa Penyaluran:

  • Gelombang 1 (SD/MI): Biasanya menjadi prioritas pertama. Dana untuk jenjang SD mulai masuk sejak sore hari ini, 8 Februari 2026.
  • Gelombang 2 (SMP/MTs): Menyusul beberapa jam setelahnya atau keesokan paginya (Senin, 9 Februari 2026).
  • Gelombang 3 (SMA/SMK/PKBM): Jenjang pendidikan menengah biasanya cair paling akhir dalam siklus transfer, diprediksi masuk penuh pada Senin siang, 9 Februari 2026.

Kutipan Resmi: Dalam pengumuman resminya melalui akun Instagram @upt.p4op, pihak UPT P4OP menyatakan: “Pencairan dana KJP Plus Tahap II Tahun 2026 Bulan Februari dilaksanakan secara bertahap mulai tanggal 8 Februari 2026. Mohon menunggu notifikasi masuknya dana pada aplikasi JakOne Mobile masing-masing penerima.”

Maka dari itu, jika tetangga Anda yang anaknya SD sudah cair sementara anak Anda yang SMK belum, jangan panik. Itu adalah hal yang wajar dalam mekanisme antrean sistem perbankan.

Rincian Nominal KJP Plus yang Diterima Siswa

Nominal bantuan KJP Plus di tahun 2026 dirancang untuk menutup gap inflasi biaya pendidikan. Dana ini terbagi menjadi dua pos utama: Dana Rutin (dapat tarik tunai sebagian) dan Dana Berkala (untuk belanja non-tunai kebutuhan sekolah).

Berikut adalah rincian lengkap nominal yang cair bulan ini:

1. Jenjang SD/MI/SDLB

  • Total Dana per Bulan: Rp250.000
  • Tambahan SPP (Swasta): Rp130.000 per bulan.
  • Penggunaan: Uang saku/transport (Tunai maks Rp100.000) dan Belanja perlengkapan (Non-tunai sisa saldo).

Baca Juga:  PKH 2026 Kapan Cair? Jadwal Cair, Syarat, dan Nominal

2. Jenjang SMP/MTs/SMPLB

  • Total Dana per Bulan: Rp300.000
  • Tambahan SPP (Swasta): Rp170.000 per bulan.
  • Penggunaan: Membantu biaya operasional siswa menengah pertama yang mulai meningkat.

3. Jenjang SMA/MA/SMALB

  • Total Dana per Bulan: Rp420.000
  • Tambahan SPP (Swasta): Rp290.000 per bulan.
  • Penggunaan: Fokus pada pembelian buku penunjang dan biaya praktik yang lebih tinggi.

4. Jenjang SMK

  • Total Dana per Bulan: Rp450.000
  • Tambahan SPP (Swasta): Rp240.000 per bulan.
  • Catatan: Nominal SMK adalah yang tertinggi karena kebutuhan praktik kerja industri dan alat-alat teknik yang mahal.

5. PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)

  • Total Dana per Bulan: Rp300.000
  • Penggunaan: Untuk warga belajar Paket A, B, dan C.

Total nominal inilah yang membuat para orang tua “tersenyum”. Di tengah harga kebutuhan pokok yang naik, bantuan ratusan ribu rupiah ini sangat meringankan beban dapur agar tetap ngebul sembari anak tetap sekolah.

Cara Cek Saldo KJP Plus Secara Online dan Offline

Tidak perlu antre panas-panasan di ATM hanya untuk mengecek saldo. Di tahun 2026, Bank DKI telah mengoptimalkan layanan digitalnya.

1. Via Aplikasi JakOne Mobile (Paling Direkomendasikan)

Ini adalah cara tercepat dan real-time.

  1. Buka aplikasi JakOne Mobile di HP Anda.
  2. Login menggunakan PIN.
  3. Jika rekening KJP sudah ditautkan, saldo akan langsung muncul di halaman depan.
  4. Klik menu “Mutasi Rekening” untuk melihat rincian transfer masuk dengan keterangan “Dana KJP Plus Feb 2026”.

2. Via Website kjp.jakarta.go.id

Cara ini untuk mengecek status kepesertaan, bukan saldo rekening.

  1. Buka browser dan akses kjp.jakarta.go.id.
  2. Pilih menu “Periksa Status Penerimaan KJP”.
  3. Masukkan NIK Siswa.
  4. Pilih Tahun “2026” dan Tahap “II”.
  5. Klik “Cek”. Jika statusnya “Ditetapkan”, maka dana pasti cair.

3. Via ATM Bank DKI (Offline)

Jika Anda belum punya HP yang support JakOne:

  1. Datang ke ATM Bank DKI terdekat.
  2. Masukkan Kartu KJP dan PIN.
  3. Pilih menu “Informasi Saldo”.
  4. Tips: Lakukan ini hanya jika Anda berniat sekalian tarik tunai agar tidak membuang waktu.

Perbedaan Nominal Berdasarkan Jenjang Pendidikan

Pemerintah DKI Jakarta menerapkan prinsip keadilan proporsional, bukan sama rata. Mengapa anak SMK mendapat Rp450.000 sedangkan SD Rp250.000?

  • Kebutuhan Alat Praktik: Siswa SMK membutuhkan biaya besar untuk membeli bahan praktik, seragam wearpack, hingga alat-alat teknik khusus yang harganya mahal.
  • Biaya Buku dan LKS: Semakin tinggi jenjang pendidikan (SMA/MA), harga buku paket dan referensi semakin mahal dibandingkan buku SD.
  • Transportasi dan Mobilitas: Siswa SMP/SMA memiliki mobilitas yang lebih tinggi dan jarak tempuh sekolah yang biasanya lebih jauh dibanding SD yang berbasis zonasi kelurahan, sehingga butuh ongkos lebih.

Sementara untuk bantuan SPP Sekolah Swasta, nominalnya disesuaikan dengan rata-rata standar biaya pendidikan swasta di Jakarta agar siswa tidak menunggak uang sekolah.

Baca Juga:  Login dtks.kemensos.go.id: Panduan Cek Bansos 2026 Cuma Pakai KTP!

Dana KJP Plus Bisa Digunakan untuk Apa Saja?

Salah kaprah penggunaan dana KJP sering terjadi. Ingat, tidak semua saldo bisa ditarik tunai.

Aturan Tarik Tunai (Cash)

Maksimal penarikan tunai adalah Rp100.000 per bulan.

  • Peruntukan: Uang saku anak, ongkos angkot/ojek, dan jajan kantin sekolah.

Aturan Non-Tunai (Cashless)

Sisa saldo (Total bantuan dikurangi Rp100.000) wajib dibelanjakan secara non-tunai menggunakan mesin EDC Bank DKI di toko-toko perlengkapan sekolah atau merchant resmi.

Item yang Diizinkan:

  • Seragam sekolah dan sepatu.
  • Tas sekolah.
  • Buku tulis dan alat tulis.
  • Buku pelajaran penunjang.
  • Kacamata (bagi yang minus).
  • Alat bantu dengar.
  • Kalkulator scientific (untuk SMA/SMK).
  • Laptop/Komputer (bisa ditabung dulu beberapa bulan).
  • Sepeda (alat transportasi ke sekolah).
  • Makanan bergizi (Susu, daging, telur) yang dibeli di Food Station/Dharma Jaya (Pangan Murah).

Di tahun 2026, pengawasan transaksi non-tunai ini diperketat. Transaksi di merchant yang tidak relevan (misal toko emas atau toko elektronik non-edukasi) akan otomatis tertolak oleh sistem EDC.

Penyebab Dana Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Sudah tanggal 8 Februari malam tapi saldo masih nol? Jangan panik, identifikasi penyebabnya:

  1. Proses Antrean Transfer: Seperti dijelaskan di awal, transfer dilakukan bertahap. Tunggu maksimal hingga 3×24 jam (Rabu).
  2. Masalah Data Kependudukan: NIK siswa atau orang tua berbeda antara di Bank dan di Dukcapil.
  3. Tidak Terdaftar Ulang: Sekolah lupa memverifikasi ulang keaktifan siswa di sistem Dapodik.
  4. Graduasi/Lulus: Jika anak sudah lulus sekolah, otomatis bantuan berhenti.

Solusi:

  • Cek Siladu: Akses siladu.jakarta.go.id untuk melihat status DTKS Anda. Jika statusnya “Tidak Masuk DTKS”, maka KJP terputus.
  • Hubungi Operator Sekolah: Tanyakan apakah data anak Anda sudah di-approve oleh sekolah ke sistem P4OP.
  • Hubungi Call Center: Hubungi P4OP di nomor telepon (021) 857-1012 atau layanan pengaduan WhatsApp resmi mereka.

Tips Agar Dana KJP Plus Tidak Terblokir

Banyak kasus penerima KJP dicabut kepesertaannya di tengah jalan. Hindari hal-hal berikut agar bantuan tetap lancar:

  1. Jangan Melanggar Aturan Penggunaan: Dilarang keras membelanjakan KJP untuk rokok, minuman keras, atau narkoba. Struk belanja dipantau.
  2. Hindari “Gesek Tunai” (Gestun): Mencairkan sisa saldo non-tunai menjadi uang tunai di agen-agen nakal adalah pelanggaran berat. Jika ketahuan, KJP diblokir permanen.
  3. Jaga Perilaku Siswa: Siswa yang ketahuan tawuran, mem-bully teman, atau membawa senjata tajam akan langsung dicabut KJP-nya oleh Disdik.
  4. Rajin Sekolah: Absensi kehadiran menjadi syarat pencairan. Jika sering bolos tanpa keterangan, dana bisa ditahan.

Harapan Penerima: Bantuan Pendidikan yang Meringankan Beban

Pencairan KJP Plus Februari 2026 ini membawa harapan besar. Bagi Ibu Siti (40), warga Jakarta Pusat, dana Rp250.000 untuk anaknya di SD sangat berarti. “Alhamdulillah, akhirnya cair hari ini. Bisa buat beli sepatu baru karena yang lama sudah jebol kehujanan, sisanya buat beli susu di pangan murah,” ujarnya sumringah.

Senada dengan itu, pengamat pendidikan menilai bahwa konsistensi pencairan KJP Plus di tanggal muda sangat krusial. Ini menjaga agar ritme belajar siswa tidak terganggu oleh masalah teknis kekurangan biaya. Dengan nominal yang “bikin senyum” ini, diharapkan motivasi belajar siswa Jakarta semakin meningkat.

Penutup Segera cek aplikasi JakOne Mobile Anda malam ini. Jika dana sudah masuk, buatlah perencanaan belanja yang bijak. Prioritaskan kebutuhan sekolah anak yang paling mendesak. Bagi yang belum cair, bersabarlah menunggu giliran transfer dalam 1-2 hari ke depan. Ingat, KJP Plus adalah amanah warga Jakarta untuk masa depan pendidikan yang lebih cerah. Gunakan dengan bijak, jujur, dan tepat sasaran. Selamat bagi adik-adik yang dananya sudah cair, semangat belajarnya!